BARCELONA, KOMPAS.com - Kiper Victor Valdes (31) belum pernah bermain untuk klub selain Barcelona selama berkarier sebagai pemain profesional dan masih memiliki kontrak hingga Juni 2014.

Pada Kamis (17/1/2013), Valdes menyatakan tak ingin memperpanjang kontrak, tetapi belum mempertimbangkan pensiun. Mengingat ia pernah mengatakan akan mempertimbangkan bermain di liga lain, sejumlah kalangan memprediksi ia akan pindah ke Inggris akhir musim ini.
Gelandang Cesc Fabregas (25) memiliki pengalaman berbeda dari Valdes. Setelah belajar di La Masia, ia pindah ke Arsenal pada 2003 dan baru kembali ke Camp Nou pada Agustus 2011 dan menandatangani kontrak yang berlaku hingga Juni 2016.
Menurut Fabregas, bermain di luar Barcelona dan Spanyol merupakan pengalaman luar biasa. Kini, ia mengaku ingin bermain hingga pensiun di Barcelona dan menjuarai Liga Champions.
"Apa yang ingin Victor Valdes alami saat ini sudah aku lewati ketika aku masih muda dan itu adalah pengalaman fantastis bagiku. Namun, saat ini, aku telah kembali dan ingin tetap di sini, jika bisa dan jika pantas, aku ingin di sini selamanya," ujar Fabregas.
"Bagiku, menjuarai Liga Champions dengan Barca adalah hal terbaik yang bisa kuimpikan sebagai pesepak bola," lanjutnya.
Untuk Liga Champions musim ini, Barcelona berada di 16 besar, dengan AC Milan sebagai lawannya. Sementara leg pertama akan digelar di San Siro pada 20 Februari 2013, leg kedua akan dihelat di Camp Nou pada 12 Maret 2013.
Barcelona akan menyambangi Milan dengan status juara sementara Liga BBVA. Mereka berada di puncak klasemen dengan nilai 62 atau unggul 12 angka dari pesaing terdekat, Atletico Madrid.
Sementara itu, Milan sendiri berada di peringkat kelima klasemen sementara Serie-A dengan nilai 41, atau kalah 14 angka dari penguasa sementara, Juventus.
"Pertandingan antara kami dan AC Milan adalah laga terpenting musim ini. Sekalipun orang mengatakan Milan yang sekarang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pertandingan ini masih merupakan tantangan besar di stadion yang sulit ditaklukkan," tandasnya.

Empat Gol Messi

Jornada 21 La Liga sepanjang akhir pekan kemarin secara umum tidak memberikan perubahan posisi di papan atas klasemen sementara. Namun bagi si pemuncak, FC Barcelona, sebuah kemenangan yang diraihnya pada pekan tersebut memberi lebih banyak arti dibanding kemenangan-kemenangan lainnya di musim ini. Boleh dikatakan bahwa misi wajib menang pada laga kontra Osasuna kemarin sebenarnya berawal dari tren Barca di tahun 2013 ini. Memulai kemenangan besar 4-0 saat partai derby melawan Espanyol sebagai laga perdana awal tahun, kemenangan Barca semakin tipis di pekan selanjutnya dan lalu malah kalah 3-2 saat dijamu Real Sociedad. Mengiringi perjalanan di liga tersebut, tren Barca di turnamen Copa del Rey yang digelar di pertengahan minggu pun sempat mengkhawatirkan. Ditahan seri 2-2 oleh Malaga di putaran pertama babak perempat final, Barca lagi-lagi masih tertahan dengan skor yang sama hingga jeda babak pertama di laga putaran kedua. Untunglah Barca akhirnya menang dan lolos ke putaran berikutnya. Namun, ada yang menambah suasana genting untuk pekan kemarin, dimana Osasuna sendiri beberapa pekan sebelumnya berhasil menahan seri rival abadi, Real Madrid, tim yang akan dihadapi Barca di pertengahan minggu ini. Maka beralasanlah bila asisten pelatih Barca, Jordi Roura, menyebut pertandingan melawan Osasuna adalah laga yang mesti dimenangkan oleh Barca. Efek psikologis dan suasana ruang ganti, mungkin inilah kata kunci yang hendak disampaikan Roura terkait satu laga terakhir menjelang El-Clasico tengah pekan ini. Sebagai catatan, Roura sendiri masih bertugas di tepi lapangan menggantikan peran pelatih utama Tito Villanova yang masih harus menjalani masa pemulihan pasca operasi. Turun dengan formasi standar 4-3-3, Roura meracik starting-eleven Barca dengan melakukan rotasi di beberapa posisi. Sektor yang paling terlihat perubahannya dengan rotasi ini adalah di sektor kiri, dari belakang hingga ke depan. Adriano mengisi pos Jordi Alba sebagai bek kiri, sementara David Villa bermain sebagai sayap kiri. Kedua pemain ini bermain penuh hingga akhir pertandingan, seolah-olah memberi isyarat bahwa Alba dan Andres Iniesta (yang cukup sering bermain sebagai sayap kiri juga), akan dimainkan penuh saat melawan El Real nanti. Seperti hendak memperkuat kesan rotasi ini, Roura memainkan Thiago Alcantara secara penuh selama pertandingan. Di pihak lawan, Osasuna tampil dengan pola yang biasa mereka pakai, yakni 4-2-3-1. Tumpuan serangan dipusatkan pada ujung tombak senior, Joseba Llorente, yang baru direkrut pada awal musim dari Real Sociedad. Di belakang, tembok pertahanan digalang oleh kapten Manuel Flano yang sudah bermain bagi Osasuna sejak musim 2004/2005. Tampil menyerang sejak kick-off, ancaman pertama Barca terhadap gawang Osasuna yang dikawal Andres Fernandez datang dari Thiago saaat pertandingan baru menginjak menit keempat. Tidak perlu menunggu lama, hanya berselang tujuh menit, sebuah umpan terobosan oleh Xavi diselesaikan dengan baik oleh Messi. Skor pun berubah, Barca unggul 1-0. Tensi pertandingan kemudian meningkat saat serangan Osasuna berbuah gol di menit ke-23. Sebuah bola liar yang jatuh ke kaki Raoul Loe sedikit di luar kotak penalti Barca langsung dihajarnya dengan sepakan kaki kiri hingga menusuk sisi sebelah kiri bawah gawang Victor Valdes. Mungkin karena terhalang situasi kotak penalti yang cukup ramai, pergerakan Valdes sendiri terlihat kalah sigap dalam mencoba menggapai bola. Dalam keadaan sama kuat, pada menit ke-27, bek tengah Osasuna, Alejandro Arribas, dinyatakan bersalah menyentuh bola dengan tangannya di kotak penalti Osasuna. Setelah sebelumnya dia juga memperoleh kartu kuning pada menit ke-17, maka handball ini berakhir dengan kartu kuning kedua. Barca mendapat hadiah penalti yang dieksekusi oleh Messi. Messi dua gol, Barca kembali unggul 2-1. Pertandingan dilanjutkan tanpa ada pergantian pemain dilakukan oleh Osasuna menyikapi jumlah pemainnya yang berkurang. Keunggulan jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan Barca untuk meningkatkan intensitas serangannya, terutama dari sisi sayap. Sebuah sundulan Messi memanfaatkan umpan silang Dani Alves dari sisi kanan serangan Barca hanya membentur tiang gawang. Namun, di kesempatan berikut pada menit ke-40, sekali lagi umpan dari Alves dikirim ke tengah kotak penalti Osasuna dan disapu oleh Pedro Rodriguez menghasilkan gol ketiga bagi Barca. Barca unggul 3-1 yang bertahan hingga peluit akhir babak pertama berbunyi. Memasuki babak kedua, hanya kubu Osasuna yang melakukan pergantian pemain. Dua pemain yang beroperasi di sektor sayap masing-masing diganti. Cuevas di sayap kiri diganti oleh Shojaei, sementara Punal masuk menggantikan Cejudo yang berposisi sebagai sayap kanan. Di menit ke-56, Barca berhasil memperbesar keunggulannya. Sebuah umpan rendah Villa dari sektor kanan pertahanan Osasuna lebih cepat disongsong oleh Messi dibanding kiper Fernandez. Messi pun dengan mudah menceploskan bola ke gawang yang sudah dalam keadaan kosong. Messi tiga gol, Barca unggul 4-1. Pertunjukan lewat sektor kiri serangan Barca belum selesai di sini. Sebuah kerjasama satu dua antara Villa disambut oleh Adriano Correia yang sudah merangsek ke dalam kotak penalti Osasuna. Adriano pula yang selanjutnya mengumpan ke Messi yang sudah siap menyonteknya di depan gawang Fernandez. Messi empat gol, Barca 5-1. Nyaman dengan selisih empat gol, Roura memulai pergantian pemainnya. Tak tanggung-tanggung, tanpa menunggu hingga menjelang injury-time, tiga pemain Barca diganti dalam lima belas menit berikutnya. Di menit ke-60, Alexis Sanchez masuk menggantikan Pedro, lalu Cesc Fabregas menggantikan Xavi Hernandez pada menit ke-65, dan Alexandre Song menggantikan Sergio Busquets pada menit ke-73. Sampai akhir pertandingan, Barca tetap mendominasi pertandingan, namun sayangnya tidak ada gol tambahan lagi tercipta. Pun demikian dengan Osasuna, dengan lebih banyak bertahan akibat kekurangan jumlah pemain dan kualitas individu yang tak setara dengan tim tuan rumah membuat mereka tidak mampu mengembangkan permainan apalagi menambah koleksi gol ke gawang Valdes. Dengan kemenangan ini, Barca memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara La Liga. Dengan 19 kemenangan, 1 seri dan 1 kekalahan dari 21 partai, Barca masih terlalu kuat untuk didekati oleh peringkat kedua, Atletico Madrid dengan koleksi 47 angka. Sementara bagi Osasuna, menduduki peringkat 18 dengan 18 poin berarti masih berjuang keras menjauhkan diri dari zona degradasi. Satu makna penting dapat diraih Barca dengan kemenangan ini. Pemulihan kepercayaan diri pemain yang sempat menurun di partai-partai sebelumnya telah diperoleh kembali. Kemenangan ini pun serta merta menciptakan suasana ruang ganti yang lebih kondusif menjelang El-Clasico. Sementara bagi Messi sendiri, laga tersebut mengantarkannya pada sebuah rekor baru. Dengan gol kedua yang dicetaknya lewat titik penalti, ia telah masuk ke kelompok pemain yang sudah mencetak 200 gol sepanjang berkiprah di La Liga. Total dengan empat gol yang diborongnya ke gawang Osasuna, berarti sudah 202 gol yang dibukukannya. Masih ada tujuh pemain yang berada di atas raihan Messi, namun dengan mencapainya pada umur paling muda diantara seluruh nama di kelompok ini, rasanya tidak sulit baginya untuk merangkak naik hingga tahun-tahun mendatang. Visca Barca SUmber : http://www.fcbarcelona.web.id/

Rasulullah pun Menangis (Pesan Untuk Wanita)


Siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengobat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi sang ayah.

Namun pada kunjungan hari itu mereka mendapati Rasulullah tidak sebagaimana biasanya. Dari luar rumah terdengar suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.

Rasulullah sedang duduk termenung di dalam rumah. Tergurat kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.

“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.

Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang-jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat perempuan-perempuan yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi perempuan-perempuan yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat perempuan-perempuan berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat perempuan-perempuan yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari duburnya, lalu malaikat memukul mereka dengan palu-palu dari api”.

Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh perempuan-perempuan itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”

Rasulullah menjelasakan, “Wahai putriku, perempuan-perempuan yang digantung dengan rambutnya itu adalah perempuan yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang terpesona dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau jilbab.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.

“Lalu perempuan-perempuan yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah perempuan yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami di tempat tidur dengan tanpa alasan yang jelas.

“Lalu kenapa dengan perempuan-perempuan yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah perempuan yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah

“Bagaimana dengan perempuan-perempuan yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita dusta untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan perempuan-perempuan yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kenikmatan yang orang lain” jelas Rasulullah.

Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.

Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya” Hadits Riwayat Az Zawajir





Pengikut